Posted on Leave a comment

Tips Cara Kerja Cerdas

“Tidak perlu kerja keras, cukup kerja cerdas.” Pernah dengar perkataan itu? Ya, bekerja keras memang perlu, tapi, alangkah baiknya kalau kerja keras itu ditambah pula dengan kerja cerdas. Pada praktiknya, bisa jadi kerja keras hasilnya tidak sebaik kerja cerdas, lho.

Selama ini kita mungkin berpikir lembur berarti lebih banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan. Rumus simpelnya, semakin banyak jam kerja, semakin banyak hal yang dituntaskan. Hmm, ternyata pemikiran ini salah besar! Riset yang diterbitkan oleh John Pencavel Stanford University di tahun 2016 membuktikan produktivitas pegawai menurun setelah mencapai 50 jam kerja dalam seminggu. Hasil akan semakin menurun bila dilakukan 55 jam kerja seminggu. Bahkan seseorang yang bekerja 70 jam kerj seminggu tidak menghasilkan hal yang signifikan dibanding yang bekerja 55 jam kerja.

Kerja cerdas berarti fokus kepada hal-hal yang benar-benar penting. Kita harus menelaah pekerjan sehari-hari, mengetahui mana yang menjadi prioritas dan yang harus didelegasikan kepada orang lain.

Kerja cerdas menurut definisi setiap orang berbeda-beda, menyesuaikan dengan kepribadiannya. Yang pasti, kerja cerdas berarti perlu ada “alat” dan strategi yang tepat untuk tugas yang tepat pula. Kalau kamu masih bingung, simak nih enam trik kerja cerdas dan efisien di bawah ini.

1. Fokus Pada Tujuan

Fokus pada apa yang ingin dicapai adalah cara agar kamu tidak mudah tergoda dengan hal-hal lainnya. Penting pula untuk berani mengatakan ‘tidak’ untuk pekerjaan yang dirasa bukan menjadi tanggung jawab kamu. Ingat, multitasking memang bagus, tetapi bukan berarti menjadi baik untuk selalu dilakukan.

2. Buat Prioritas

Seperti yang dinyatakan di awal, bekerja cerdas artinya mampu menempatkan prioritas. Buatlah skala prioritas dalam setiap pekerjaan kamu. Lakukan pekerjaan prioritas terlebih dahulu atau mendapat perhatian ekstra dibanding memikirkan hal-hal kecil yang tidak berpengaruh besar.

3. Buat to-do-list

Agar pekerjaan lebih tertata, kamu bisa membuat to-do-list harian, mingguan, atau bahkan bulanan. Ini bisa menjadi panduan bagi kamu untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai alur yang diharapkan. Jika sudah terbiasa, maka ritme kerja akan lebih baik dan bisa meminimalisasi waktu yang terbuang untuk kerja yang tidak perlu.

4. Tetap Fleksibel

Membuat prioritas dan to-do-list tidak semata-mata untuk membuat kamu begitu terpaku pada apa yang sudah kamu rencanakan. Ingat, waktu berubah, lingkungan dan kondisi pun bersifat dinamis. Artinya, ada kemungkinan bahwa prioritas menjadi ikut berubah. Maka penting pula untuk bisa fleksibel ketika memang hal tersebut dibutuhkan.

5. Persiapan yang Matang

Ketika suatu hal sudah disiapkan dengan matang, maka dalam proses pengerjaannya akan semakin mudah dan cepat pula. Itulah yang diharapkan dari kerja cerdas. Persiapan yang matang juga membantu untuk menghindari kemubaziran seperti mengulang atau ketidakoptimalan seperti hasil kerja yang ala kadarnya. Selain itu, persiapan juga akan membuat rasa percaya diri lebih tinggi karena tubuh dan pikiran sudah siap dengan apa yang ia lakukan. Bahkan hal-hal tak terduga juga sudah siap diantisipasi.

6. Ketahui Waktu Produktif kamu

Tiap orang memiliki waktu produktifnya sendiri. Ada yang merasa lebih bersemangat bekerja saat pagi buta, ada pula yang lebih bersemangat ketika bekerja menjelang malam. Untuk itulah agar kerja cerdas tercapai, kamu harus mengenali diri kamu sendiri. Mengerjakan pekerjaan ketika waktu produktif akan menghemat banyak waktu karena 4 jam bekerja saat produktif bisa menjadi lebih maksimal hasilnya dibanding memaksakan bekerja 8 jam sepanjang hari.

7. Menerapkan Teknik 80 untuk 20

Bekerja Cerdas artinya menggunakan usaha seminimal mungkin untuk membuat hasil kerja semaksimal mungkin. Ada teknik yang cukup terkenal yaitu 80 untuk 20. Teknik ini mengajarkan kita agar menggunakan 80 persen energi untuk fokus menyelesaikan 20 persen pekerjaan yang paling berat. Ini akan membuat tugas lain yang lebih ringan akan lebih mudah diselesaikan.

8. Istirahat yang Cukup

Hal terpenting agar kerja cerdas tercapai adalah beristirahat dengan teratur dan cukup. Pastikan otak, tubuh, dan jiwa bisa melepaskan ketegangan kerja sehingga lebih prima menghadapi pekerjaan selanjutnya. Perlu diperhatikan pula bahwa cukup artinya sesuai kadarnya. Istirahat yang lama bukan berarti kamu menyimpan energi lebih banyak pula untuk bekerja. Karena nyatanya seseorang yang terlalu banyak istirahat justru akan merasa lebih malas untuk memulai pekerjaan.

9. Mendelegasikan Kepada Orang Yang Lebih Pintar Dari Kita

Terkadang, mendelegasikan tugas atau pekerjaan juga perlu lho, sebagai bagian dari kerja cerdas kita. Dibanding melahap semua pekerjaan sendirian, kita bisa mendelegasikan tugas tersebut ke orang-orang terkait, yang bisa kita percayai. Dengan begitu, kita bisa memanfaatkan waktu dengan lebih efektif dan efisien, serta bisa kerja cerdas pula.

Seperti yang sudah dijelaskan di awal artikel, cara kerja cerdas berbeda-beda, tergantung setiap orang yang menerapkannya. Kerja cerdas berarti menyesuaikan pribadimu, caramu, dan pekerjaan yang kamu miliki. Tujuannya, tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga, tapi kamu lebih produktif dan pekerjaanmu selesai dengan lebih baik. Kamu sudah terapkan kerja cerdas?

Pesan Ini dipersembahkan oleh Muslim Entrepreneur University