Posted on Leave a comment

Tak Perlu Banyak Produk Agar Sukses, Cukup Beberapa Asalkan Itu Winning Produk

Tak Perlu Banyak Produk Agar Sukses, Cukup Beberapa Asalkan Itu Winning Produk

Saat awal ingin berjualan kita pasti bingung menentukan produk apa yang ingin di jual. Jika kita hanya asal jualan produk yang ada tanpa paham mengenai kebutuhan pasar maka akan sia-sia dan menghabiskan waktu. Untuk itu di awal kita harus memilih produk yang berpotensi untuk mudah terjual dan menghasilkan profit. Hal tersebut sering jadi istilah yang namanya winning product.

Berikut contoh yang mudah untuk di pahami yaitu Toyota, apa anda pernah berpikiran bahwa produk dari brand toyota yang di lauching itu laris semua ? Pastinya tidak.. padahal kita tau produk dari toyota ini banyak variannya, tapi yang laku keras hanya beberapa, tapi kali ini saya contohkan 1 varian saja karena yang paling fenomenal dan jelas banget.

Iyah, toyota ada produk yang memang menjadi andalan dan terbukti memberikan efek besar kepada perusahaan mereka terutama dari omzet maupun profit penjualan mobil dari merek toyota ini, apa lagi kalau bukan toyota avanza.

Itu dia konteks dari pada winning produk, Avanza adalah salah satu dari jutaan studi kasus dari berbagai macam produk dan merek yang itu adalah sebuah winning produk.

Salah satu dampak yang bisa kita temukan dengan jelas pada winning produk adalah “LARIS” Iya laris adalah indikator utama dari sebuah winning produk, tentu harus di dukung dengan pemasaran yang baik juga yah.

Terus Bagiamana cara menemukan winning produk atau produk unggulan untuk kita pasarkan

1.Tentukan Bidang

Dengan anda menguasai 1 bidang tertentu lalu memfokuskan, maka akan menjadikan anda handal lalu akan memudahkan langkah – langkah anda kedepan, meskipun pada awalnya akan memerlukan banyak waktu atau effort yang di luar kewajaran untuk menemukan moment juara anda.

2. Memetakan Masalah

Selanjutnya adalahi mengecilkan skala, contoh misalnya industri kecantikan :

Cara mengecilkan skala adalah dengan problem mapping, yaitu mengidentifikasi masalah yang akan di selesaikan secara komprehensif.

Dan kecantikan ini sangat luas kalau kita memetakan bagian kepala saja sudah akan menemukan banyak masalah atau harapan target market yang bisa di selesaikan.Karena terlalu luas, maka diperlukan langkah lagi untuk memperkecil nya, agar semakin spesifik, semakin spesifik semakin anda mudah dan semakin besar kemungkinan untuk tepat sasaran kepada target market ini.

Maka disini anda bisa memilih untuk menyelesaikan bagian hidung saja contoh nya, banyak orang hidung nya pingin mancung maka anda main di sektor ini.

Atau Rambut, banyak orang yang rambutnya kepengin lurus tapi gak kelihatan itu di rebonding dan sejenis nya, mereka pengin rambutnya lurus tapi kelihatan alami.

3. Menggali data peminat

Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan market size atau sebrapa besar potensial market yang dapat kita terjang, karena kalau semakin besar dan semakin sepesifik maka produk yang akan kita pasarkan ini lebih cenderung bisa untuk di scaleup.

Darimana mendapatkan data tersebut? Data bisa anda dapatkan dengan menggunakan tools ( alat ) contoh dengan pencarian keywoard di youtube, pencarian keywoard di marketplace, di google keywoard tools dll.

4. Tren Produk

Untuk tau produk yang sedang trend anda bisa mengamati iklan dan barang apa yang sering di perbincangkan di sosial media. Atau cara termudah anda bisa memakai google trend dengan memasukan kata kuci produk yang ingin di riset.

5. Low competitor

Cari produk yang memilki kompetisi rendah , pasti bingung di jaman sekarang semua produk sudah ada di jual di internet dan pasti ada kompetitornya. Untuk itu kita jual produk dengan brand atau jual di database customer yang sudah kita miliki. Atau ciptakan produk yang unik , misalkan produk anda banyak kompetitornya berikan inovasi agar berbeda dengan produk yang lain.

Dari semua yang telah di bahas dan inilah yang juga faktor yang juga paling menentukan, dan ini juga alasan marketer yang memiliki jam terbang tinggi juga gagal dalam launcing produk, atau kurang memuaskan. Faktornya adalah momentum, dimana kalau kita sudah maksimal dalam melaksanankan sesuai kaidah – kaidah marketing dari tahap awal sampai akhir.

Kalau momentum nya kurang pas, ya pasti tetap produk kemungkinan tidak akan winning nya cukup besar, jadi bagaimana kita menemukan momentum yang pas ?

Secara teori itu bisa di baca dengan peristiwa – peristiwa yang muncul, bisa jauh – jauh hari kita mendeteksinya, waktu yang sedikit mepet, atau kalau peristiwa itu sudah berjalan.

Contohnya, ini contoh yah biar gampang yaitu momentum puasa ramadhan, musim pernikahan, hujan, atau musim panas atau yang lainnya, karena masih banyak momentum – momentum lain di luar momentum rutinan tersebut. Sudahkah produkmu jadi winning produk?

Pesan Ini dipersembahkan oleh Muslim Entrepreneur University