Posted on Leave a comment

Cara Ampuh Memulai Bisnis Kaos Tanpa Modal SEPESERPUN!

Assalamualaikum Wr Wb, akhi & ukti…
Makin kesini, hawanya makin panas yah?

Kami mengerti bahwa anda sudah mulai memahami potensi bisnis KDI sebenarnya. Dan anda sudah mulai tidak nyaman karena ingin segera memulai, tetapi masih punya kendala yang tidak bisa ditanggulangi.

Dan biasanya, kendala tersebut berupa TIDAK PUNYA MODAL UANG!
Classic, but true…

Apapun alasan anda, baik yang masuk akal maupun tidak, kami akan memberikan beberapa tips untuk memulai bisnis KDI tanpa modal sepeserpun!

1. Gunakan Apa Yang Anda Punya
Mungkin selama ini anda lupa bahwa teman Facebook anda berjumlah 1000an, atau akun Instagram anda punya follower ratusan, atau lupa bahwa anda punya teman sekolah, kantor, komunitas, atau bahkan tetangga.

Kalau anda punya akun Facebook, tentu saja anda punya banyak teman online, kan? Mengapa anda tidak menjual kaos kepada mereka?

Tidak ada peraturan bahwa enam kaos yang anda beli harus anda pakai sendiri kan? Anda hanya diminta membeli minimal tiga, agar anda tahu kualitas barang yang akan anda jual, jadi tidak ada unsur ‘beli kaos dalam karung’ disana.
Bisa jadi anda beli 1 kaos untuk dipakai sendiri, lalu anda jual 5 sisanya ke teman-teman anda.

2. Lakukan Apa Yang Anda Bisa
Kalau cara pertama gagal, mari beralih ke cara kedua yang sedikit lebih menantang. Untuk mengeksekusi cara kedua, anda perlu mental yang kuat. (kalau sudah tidak punya duit, terus tidak punya mental baja, kelar idup lo 😀 )

Modal anda kali ini adalah smartphone dan katalog kaos yang bisa anda dowload di :

✔️ Yukbisnissampingan.co.id/KDI 😉
✔️ Yukbisnissampingan.co.id/KDI 😉
✔️ Yukbisnissampingan.co.id/KDI 😉

Yang perlu anda lakukan adalah, datangi toko-toko baju yang ada di daerah anda. Lalu tawarkan kepada mereka untuk membeli kaos melalui anda dalam jumlah banyak.

 

Tunjukkan foto katalog di hp anda dan berlakulah sebagai agen offline KDI di kota anda.
Lalu tawarkan kesepakatan untuk membeli sample minimal 6 kaos, dan anda garansi apabila kaosnya tidak sesuai keinginan pembeli, bisa dikembalikan kepada anda.

Dengan cara ini, anda bisa melakukan upgrade ke Premium Membership tanpa modal. Tetapi anda harus pegang janji apabila pembeli tidak puas, kaosnya dikembalikan ke anda.

Kalaupun demikian, minta waktu beberapa hari kepada pembeli anda, lalu jajakan kaos KDI di alun-alun atau car-free-day di kota anda. 🙂

3. Mulai Darimana Anda Berada. Sekarang Juga
Bisnis apapun, pada akhirnya butuh modal, minimal modal keberanian. Kalaupun anda tidak bisa melakukan dua hal diatas, ini adalah tips pamungkas dari KDI untuk anda. Kalau anda masih tidak berani memulai, mungkin sebaiknya anda telpon saya sekarang.

Tips pamungkas ini HANYA boleh dilakukan dalam keadaan terpaksa. Dilandasi dengan niat yang JUJUR untuk mencari berkah. Karena apabila anda menyelewengkannya, maka nyawa taruhannya.

Oke, mari kita hitung…
Modal untuk memulai bisnis KDI adalah Rp. 649.000.
Apabila dibagi 5 ribu rupiah, maka hasilnya: 649.000/10.000= 65
Nah, tugas anda sekarang adalah… CARI 66 ORANG yang mau memberi pinjaman uang 10 ribu rupiah kepada anda sekarang!

Anggap mereka adalah investor anda. Dan logikanya, kalau anda cuma meminjam 10 ribu rupiah. Tidak banyak yang menolak.

INGAT!!!
Ini adalah hutang ke 68 orang. CATAT baik-baik kepada siapa saja anda berhutang. Lalu gunakan uang investor anda untuk mulai bisnis KDI.
Lalu kembalikan uang investor anda DAN ajak mereka satu-persatu ikut bisnis KDI agar anda dan teman-teman sukses berjamaah.

Semoga bermanfaat,
Wassalamualaikum Wr Wb.

 

Posted on Leave a comment

Ciri-Ciri Calon Pembeli Potensial yang Harus Anda Perhatikan

Guna meningkatkan penjualan, Anda perlu belajar mengerti dan memahami calon pembeli. Anda harus tahu kira-kira siapa pembeli potensial dan siapa yang kemungkinan tidak akan membeli dengan Anda atau hanya pura-pura ingin membeli.

Apalagi di era bisnis online saat ini. Anda dan calon pembeli menjalin komunikasi secara tidak langsung. Anda tidak bertemu muka dengan mereka, sehingga Anda harus siap jika mereka menghilang tanpa kabar, padahal Anda sudah menunggu konfirmasi pembelian dari mereka.

Ujung-ujugnya kita seperti di beri harapan palsu oleh mereka. Baper sih.. 🙈

Sebagai seorang Entrepreneur, Anda harus siap menghadapi perilaku calon pembeli yang bermacam-macam. Mereka semua adalah peluang untuk menghasilkan penjualan. Bahkan sekalipun Anda menghadapi calon pembeli yang menyebalkan, Anda harus tetap ramah dalam melayani mereka.

Khususnya bagi calon pembeli yang potensial, merekalah orang-orang yang berpeluang besar menjadi pelanggan setia. Anda harus memahami cara mereka berbelanja dan apa yang mereka butuhkan. Ini akan membantu Anda untuk menjangkau mereka dan membuat mereka yakin untuk berbelanja dengan Anda.

Calon pembeli potensial itu yang seperti apa ?

Nah, berikut Muslim Entrepreneur University telah merangkum ciri-ciri calon pembeli yang serius ingin membeli produk Anda.

1. Suka Bertanya
Calon pembeli yang benar-benar tertarik dengan produk Anda biasanya akan aktif bertanya. Mungkin Anda akan merasa risih karena apa yang ditanyakan adalah hal-hal yang sudah terpampang jelas pada website atau media sosial Anda. Namun, calon pembeli seperti itu hanya ingin mendapatkan konfirmasi langsung dari Anda.

Calon pembeli yang terlihat berminat dan kemudian menanyakan hal-hal teknis seperti system pembayaran, rekening bank untuk pembayaran, cara pengiriman yang ditawarkan, paket yang disertakan, atau garansi yang diberikan, adalah pertanda positif bahwa calon pembeli tersebut ingin membeli produk yang ditawarkan.

Jadi, Anda jangan malas menjawab pertanyaan-pertanyaan dari setiap calon pembeli. Lagi pula tidak sulit untuk membalasnya dan memang sudah menjadi tugas Anda untuk melayani semua calon pembeli secara responsif.

Jangan langsung mencap calon pembeli tersebut sebagai “CLBK” alias “Chat Lama Beli Kagak” ya 😁

2. Terus Menawar
Menawar harga adalah hal yang bisa dimaklumi. Apalagi jika produk yang Anda jual memang bisa di tawar.

Tetapi kadang kala, Anda mungkin akan merasa sebal jika calon pembeli suka menawar. Anda sudah memberikan harga terbaik namun mereka tetap berusaha meminta harga diturunkan sesuai keinginan mereka.

Jika calon pembeli tidak serius, biasanya mereka akan menghilang begitu saja tanpa kabar. Sedangkan jika mereka serius, biasanya mereka akan berusaha untuk terus menawar. Meski Anda memang tidak akan menurunkan harga lagi, jelaskan baik-baik keunggulan, spesifikasi lengkap produk, dan tetap ramah saat melayani mereka. Siapa tahu mereka akhirnya setuju dengan harga yang Anda berikan.

3. Membandingkan-bandingkan Produk
Jika Anda menjual beberapa produk dengan fungsi yang sama namun dari brand berbeda atau harganya berbeda, biasanya calon pembeli akan membanding-bandingkan produk Anda. Mereka akan bertanya-tanya pada Anda tentang apa kelebihan dan kekurangan pada masing-masing produk.

Calon pembeli seperti itu biasanya benar-benar serius sehingga ingin tahu secara jelas keunggulan setiap produk. Mereka begitu kritis dalam membandingkan karena mereka ingin mendapatkan yang terbaik.

4. Lama Mempertimbangkan
Calon pembeli yang potensial selalu mempertimbangkan produk yang akan dibelinya dengan matang. Terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memutuskan produk pilihannya. Mereka akan berpikir dengan cermat dari berbagai sisi.

Anda harus sabar menghadapi calon pembeli seperti itu, karena mereka memang tidak akan tergesa-gesa dalam membeli. Mereka akan mempertimbangkan kualitas, harga, diskon, cara pembayaran, cara pengiriman, dan membandingkan profil bisnis Anda dengan kompetitor.
Jadi, terus follow up mereka untuk menanyakan kembali keputusan mereka.

5. Sudah Mengerti Produk
Calon pembeli yang sudah paham dengan produk biasanya tidak suka berbasa-basi. Mereka tidak banyak bertanya soal spesifikasi produk, tapi akan langsung bertanya soal harga dan penawaran diskon atau promosi apa yang Anda berikan.

Biasanya calon pembeli tersebut sudah biasa membeli produk itu. Namun dia lebih tertarik kepada produk yang Anda jual. Hal ini bisa terjadi Jika harga produk Anda lebih murah daripada toko sebelah atau penawaran Anda lebih menarik.

Calon pembeli tidak akan mempertimbangkan lama-lama. Anda hanya perlu melayani mereka dengan ramah dan meyakinkannya untuk membelinya dengan Anda.

Berikut tadi adalah ciri-ciri calon konsumen potensial, calon konsumen potensial ini harus menjadi prioritas dari target pasar Anda. Secara teknis, konsumen potensial belum menjadi konsumen Anda, akan tetapi sangat berpotensi untuk menjadi konsumen.

Pastikan Anda memberikan pelayanan dan informasi yang lengkap dan terbaik kepada tipe konsumen potensial.

Pesan Ini dipersembahkan oleh Muslim Entrepreneur University

Posted on Leave a comment

HAL YANG HARUS DIHINDARI SAAT PROMOSI DI MEDIA SOSIAL

Beberapa akun online shop atau toko online di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter kerap membuat banyak orang merasa sebal hingga geleng-geleng kepala.

Alasannya sederhana, akun tersebut melakukan berbagai cara promosi yang menyebalkan dan mengganggu kenyamanan dalam bermedia sosial.

Tidak jarang, pengguna media sosial yang merasa terganggu akan memblokir akun-akun online shop yang suka seenaknya dalam melakukan promosi. Bukannya mendapatkan perhatian secara positif, cara-cara promosi yang terlalu berlebihan akan membuat bisnis Anda dicela.

Untuk itu, bagi Anda yang menggunakan media sosial sebagai sarana untuk memasarkan produk maupun jasa bisnis Anda, sebaiknya hindari cara-cara promosi yang menganggu orang lain.

Silakan Anda simak contoh-contohnya di bawah ini :

1. Mengunci Akun Anda
Mengunci akun media sosial Anda memang tidak merugikan orang lain.
Biasanya, Anda menguncinya agar orang lain mau mengikuti atau follow akun Anda terlebih dahulu. Namun, cara ini kadang tidak berhasil.

Orang lain yang baru saja mengetahui nama akun Anda dan sudah penasaran untuk melihat-lihat produk Anda, malah tidak bisa ‘stalking’ dan akhirnya malah mencari online shop lain yang tidak menggembok akunnya.
Malah-malah, mereka akan mencela; “Itu akun jualan atau kotak amal? kok digembok? 🙈”

2. Tag Foto Secara Massal
Saat Anda mengunggah foto, Anda bisa melakukan tag ke puluhan akun lain sekaligus. Namun, jika Anda men-tag foto secara massal ke sembarang orang yang tidak ada kaitannya dengan bisnis Anda, maka postingan Anda akan dianggap sebagai spam.

Sebab tidak semua orang suka mendapatkan notifikasi sembarangan di media sosial. Sangat-sangat mengganggu.
Jangan tag sembarangan ke akun orang lain, ini termasuk adab dalam bermain sosial media khususnya bagi Anda pebisnis online.

3. Komentar Spam di Akun Orang Lain
Coba Anda perhatikan kolom komentar selebriti di media sosial seperti Instagram. Banyak sekali komentar spam yang mengganggu.

Contohnya “Dijual murah produk pelangsing. Yuk, cek IG kita, kak. Keburu IG kita di banned bla bla bla…”

Komentar yang tidak berhubungan dengan postingan itu dianggapsangatlah tidak etis. Cara promosi yang murahan, meski kadang Anda mungkin bisa saja mendapatkan pembeli baru dengan cara promosi di kolom komentar akun orang lain.

4. Terlalu Banyak Postingan Dalam Sehari
Memang sih, Anda bebas memposting produk Anda di akun media sosial. Namun, perhatikan juga kenyamanan para pengikut akun Anda. Sebab semua postingan Anda akan muncul di timeline atau halaman beranda mereka. Jika setiap hari Anda memposting banyak konten dalam waktu berdekatan, follower Anda bisa merasa risih. Untuk itu, jadwalkan setiap postingan konten Anda dengan baik.

5. Menggunakan Auto-Like
Banyak akun online shop yang menggunakan auto-like untuk mengelabui orang lain. Jumlah like palsu yang banyak untuk membuat orang akan terkesan saat pertama melihatnya.

Namun, para pengguna media sosial kini sudah banyak yang pintar. Mereka bisa membedakan like yang dari akun robot. Jadi, lebih baik Anda fokus pada konten yang menarik agar disukai oleh para pengguna ‘real’.

6. Konten Selalu Berhubungan dengan Promosi
Follower Anda pasti tidak suka jika konten yang Anda posting selalu bersifat promosi. Konten yang membosankan, karena follower Anda tidak mungkin membeli produk Anda setiap hari.

Untuk itu, berkreasilah dalam membuat konten yang menarik. Sesekali Anda sebaiknya mengunggah konten yang memberikan informasi, edukasi, quiz, atau hiburan bagi follower Anda.

Nah, itu tadi beberapa hal yang harus Anda hindar saat berpromosi di Sosial Media Anda. Jika Anda masih suka melakukan beberapa hal seperti diatas, segera tinggalkan ya. Semoga dengan begitu, bisnis Anda semakin bertambah pesat. Pesan Ini dipersembahkan oleh Muslim Entrepreneur University.

Posted on Leave a comment

Berbisnis Tidak Harus Berbakat! Bebearapa Hal Ini Bisa Membantu Anda Menuju Sukses

Berdalih bahwa kesuksesan orang lain karena bakat mereka.
Secara tidak langsung, Anda sedang menghibur diri atas kegagalan sendiri. Sampai kapan bersembunyi di balik alasan?

Anda memilih menyerah saat pertama kali merasakan kegagalan.

Katanya, Anda ingin sukses seperti pebisnis dunia. Kenapa mental itu masih saja lemah?
Baru sekali, hasil perjuangan Anda direndahkan, eh susah langsung menyerah dan tidak mau berusaha. ☹️

Bakat bukan penentu kesuksesan seseorang. Bakat hanya kemampuan dasar yang dimiliki setiap orang.
Itu artinya, setiap orang memiliki bakat yang bisa diasah. Percuma saja berbakat kalau Anda tidak mau mengasahnya. Bakat hanya sekadar kata yang tidak berguna, jika pemiliknya tidak mau mengakui itu.

Menjadi pebisnis dan sukses tidaklah semata-mata ditentukan adanya bakat.

Apapun latar belakang Anda atau jika Anda merasa tidak berbakat dalam berbisnis, tak perlulah Anda pusingkan lagi. Jangan menjadikan alasan tak berbakat untuk tidak mencoba berbisnis.

Buang jauh-jauh pemikiran itu!

Tanpa bakat, Anda bisa menjadi sukses dengan beberapa hal ini.

1. Miliki Minat Berbisnis

Hal terpenting dalam memulai bisnis adalah memiliki minat yang besar atau passion. Harus ada keinginan yang kuat dari dalam diri Anda untuk menekuni bidang bisnis.

Jika Anda berminat, maka Anda akan dengan senang hati mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia bisnis. Ketertarikan Anda pada bisnis akan membuat diri Anda terdorong untuk selalu mempelajarinya.

2. Tepat Waktu

Tidak harus berbakat juga untuk menjadi orang yang tepat waktu, hanya membutuhkan keterbiasaan dan disiplin Anda.

Orang berbakat belum tentu bisa bersikap tepat waktu. Maka, Anda yang merasa tidak berbakat, tidak lagi ada alasan tidak bisa menjadi orang yang tepat waktu.

Belajar menjadi orang tepat waktu, dapat memupuk diri menjadi orang yang menghargai waktu.
Biasakanlah diri, tidak telat, datang lebih awal dan memanfaatkan waktu yang terus bergulir.
Sikap ini, menjadikan Anda lebih menghargai orang lain.

Secerdas apapun Anda dilahirkan, tetap menjadi tidak berguna jika waktu saja tidak dihargai.

3. Pelajari Dunia Bisnis

Bakat berbisnis bukan modal utama untuk pandai berdagang. Keahlian atau skill dalam menjalankan bisnis bisa dilatih kok.
Yang terpenting, Anda menumbuhkan minat bisnis Anda dan tekun mempelajarinya.

Bacalah buku-buku dan artikel di internet tentang bisnis, serta bergabunglah dengan komunitas bisnis. Belajarlah dari berbagai sumber untuk memperkaya ilmu dan membuka wawasan Anda.

4. Memiliki Etika

Orang yang tidak cerdas tetap dihormati dan dihargai jika memiliki etika dalam setiap langkahnya.
Begitu pula orang cerdas yang tidak memiliki etika, mereka hanya menjadi orang yang buruk, merusak orang lain dan tidak berguna.

Etika artinya perilaku yang baik. Orang yang memiliki etika, ia sangat berhati-hati dalam bersikap, berbicara dan bertindak sama orang yang lebih tua, dewasa, atau muda.
Terhadap semua orang walaupun dia belum mengenalnya lebih jauh.
Kalau Anda saja tidak memiliki etika, sulit sekali dapat mencapai kesuksesan.

Etika mengajarkan orang bersikap sopan santun dalam berbicara. Menjadikan kita sebagai makhluk toleran saat berinteraksi dan tidak mementingkan diri sendiri. Selain itu, etika menjadi pembeda antara diri sendiri dengan orang lain.

5. Mau Belajar dan Diajari

Sikap rendah hati, mau belajar dan diajari adalah langkah awal mencapai kesuksesan. Sekarang, sangat sulit menemukan orang-orang yang mau belajar dan diajari. Hampir sebagian besar manusia, sudah merasa paling pintar dan sok jago, tidak mau belajar atau menerima saran dari orang lain. Tidak heran, jika dalam sebuah komunitas terjadi cek-cok karena setiap anggotanya merasa pintar.

Jadi, tak ada salahnya untuk mempelajari bagaimana pengusaha terkaya di Indonesia bisa sukses. Kemudian, cobalah mengevaluasi hal tersebut dengan diri sendiri. Jangan pernah takut untuk melihat dan belajar dari orang lain, yang sudah menjalani proses pembelajarannya dan berhasil mengenyam kesuksesan.

5. Berani mengambil risiko

Pengusaha terkaya di Indonesia tidak hanya berdiam diri dan menunggu uang datang begitu saja. Mereka tentu bekerja keras dan mengambil risiko demi mengembangkan kekayaannya.

Kesuksesan baru bisa diperoleh saat kamu menemukan cara agar kesuksesanmu bisa lipat gandakan. Dengan kata lain kamu melangkah ke depan, bukan hanya berjalan di tempat. Namun ingatlah bahwa mengambil risiko bukan berarti melangkah dengan buta, namun mengkalkulasikan risiko dan peluang yang ada untuk memajukan bisnis atau usahamu. Jadi, sudah siapkah mengambil risiko?

6. Menentukan target, mengujinya dan evaluasi target

Dalam meraih kesuksesan, tentu ada target yang harus ditentukan, dilaksanakan dan dievaluasi. Setelah menentukan tujuan, kini saatnya membuat rencana bisnis atau model bisnis lengkap dengan targetnya. Selanjutnya, lakukan uji kelayakan untuk mengetahui apakah bisnis tersebut bisa mendatangkan keuntungan atau tidak. Kamu juga dapat melakukan uji sampel untuk melihat reaksi dan memperoleh feedback dari usahamu. Dari sana, juga bisa memperbaiki aspek-aspek yang masih kurang dan memperbaiki peluang kessuksesanmu.

7. Mengumpulkan modal

Setiap usaha tentunya membutuhkan modal awal. Nah, kamu harus mulai mempersiapkan modal yang dibutuhkan setelah kamu mengurus legalitasnya.

8. Memilih lokasi bisnis

Sebuah bisnis yang sukses tidak terlepas dari lokasinya yang strategis.
Misalkan, kamu membuka sebuah kedai kopi di daerah industri atau di sebuah mall di pusat kota. Mudahnya aksesibilitas dan tingkat keramaian di kedua tempat tersebut berbeda, dan akan mempengaruhi kesuksesan bisnis yang akan kamu jalani nantinya.

9. Mencari SDM untuk membantu bisnis

Saat bisnismu sudah siap diluncurkan dan siap berjalan, kini saatnya kamu mencari staf atau sumber daya manusia. Kamu bisa membuka lowongan pekerjaan langsung (walk in), atau via media sosial dan surat kabar lokal. Jangan lupa untuk melanjutkan tahap perekrutan dengan interview yang mendalam sehingga kamu tahu betul orang seperti apa yang akan dipekerjakan.

10. Implementasi rencana bisnis

Begitu memulai bisnis, jangan lupa mengimplementasikan rencana bisnis yang sudah dibuat termasuk pemasarannya. Sebuah rencana akan menjadi sia-sia apabila tidak diikuti dengan implementasi. Kemudian, lakukanlah review dan evaluasi berkala untuk selalu memperbaiki dan meng-upgrade rencana bisnis secara berkesinambungan.

Nah, dengan melakukan tips menjadi pengusaha sukses tersebut tidak menutup kemungkinan kelak namamu akan masuk ke deretan pengusaha terkaya di Indonesia atau orang terkaya di Indonesia bukan?
Selamat mempersiapkan bisnismu!

Pesan ini dipersembahkan oleh Muslim Entrepreneur University

Posted on Leave a comment

Intip 10 Cara Menjadi Pengusaha Sukses dari Orang Terkaya di Indonesia

Menjadi sukses adalah keinginan banyak orang. Termasuk halnya impian bagi orang terkaya di Indonesia sebelum mereka mencapai kesuksesan sekarang. Dalam hal kemampuan, seringkali tidak ada yang benar-benar berbeda antara satu pengusaha dan pengusaha lainnya, karena setiap orang dapat melakukan apapun yang dia inginkan. Walaupun begitu pasti muncul pertanyaan bagaimana cara menjadi pengusaha sukses di Indonesia.

Lalu, apa sih tips orang terkaya di Indonesia termasuk pengusaha terkaya di Indonesia dalam meraih kesuksesannya?

Sebelum membahas mengenai cara menjadi pengusaha sukses yang dilakukan oleh orang terkaya di Indonesia, ketahui siapa saja yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Berikut ini adalah 10 orang terkaya di Indonesia tahun 2019 yang dikuti dari Forbes yang mungkin bisa menjadi inspirasi.

  1. Robert Budi dan Michael Hartono / PT Djarum (Rp 508 triliun)
  2. Susilo Wonowidjojo / Gudang Garam (Rp 133 triliun)
  3. Eka Tjipta Widjaja / Sinarmas Group (Rp 124 triliun)
  4. Sri Prakash Lohla / Indorama Ventures (Rp 108 triliun)
  5. Anthony Salim / Indofood (Rp 76,9 triliun)
  6. Tahir / Mayapada Group (Rp 65 triliun)
  7. Chairul Tanjung / CT Corp (Rp 50,8 triliun)
  8. Boenjamin Setiawan / Kalbe farma (Rp 46,4 triliun)
  9. Jogi Hendra Atmadja / Group Mayora (Rp 45 triliun)
  10. Prajogo Pangestu / PT Barito Pacific (Rp 43,5 triliun)

Setelah mengetahui deretan daftar orang terkaya di Indonesia, mungkin respon pertanyaanmu adalah berdecak kagum. Atau penasaran mengapa mereka bisa sukses seperti itu?
Kamu pun juga bisa sukses lho, coba ikuti tips sukses dari pengusaha terkaya di Indonesia berikut ini.

1. Menilai dan mengevaluasi diri
Untuk menjadi pengusaha sukses, hal pertama yang perlu dilakukan adalah merefleksikan diri dan melihat apakah kamu sudah memiliki bekal untuk menjadi pengusaha sukses. Cari tahu dan tuliskan apa kelebihan dan kekuranganmu sebanyak-banyaknya. Cobalah menjabarkan poin penting, misalnya:

▪️Pengetahuan dan pengalaman.
▪️Keterampilan dan kegemaran.
▪️Kepribadian (daya tahan, kepercayaan diri).

Setelah menilai dan mengevaluasi, kamu bisa tahu apa bakat dan potensi yang dimiliki. Selain itu kamu juga bisa mengetahui bagaimana cara mengembangkannya. Jangan lupa untuk memperbaiki juga kelemahan yang dimiliki.

2. Jadilah sosok yang proaktif
Bukankah untuk menjadi pengusaha yang sukses dimulai dengan ide kreatif dan tentunya butuh menjadi orang yang proaktif. Dalam konteks ini, orang yang proaktif memiliki kecenderungan untuk mengambil inisiatif. Saat tidak ada peluang, mereka tidak menyerah, namun mencari atau bahkan membuat peluang baru.

Dengan berpikiran proaktif, kamu bisa memberikan kekuatan dan pilihan bagi diri sendiri. Kamu jelas memiliki kendali penuh akan aksi untuk mencapai kesuksesan sehingga lebih baik kamu tinggalkan reaktif sekarang juga dan mulai menjadi proaktif.

3. Luangkan waktu untuk berpikir kreatif
Bisnis apa yang ingin dibangun nantinya?
Sudahkah memikirkan strategi pemasaran yang unik dan kreatif?
Nah, sebelum memulai bisnis, kamu perlu meluangkan waktu dan membiarkan pikiranmu menginspirasi. Hanya dengan kreativitas, kamu bisa menghasilkan ide-ide cerdas yang dapat dikembangkan sebagai ide bisnis. Untuk meningkatkan kreativitas, cobalah beberapa tips mudah berikut:

▪️Berjalan-jalan santai di tengah kebun atau hutan sambil menikmati alam,
▪️Membaca buku di tempat yang tenang dan kondusif,
▪️Berkendara atau bepergian santai,
▪️Aktif dan tidak bermalas-malasan, dan
▪️Berolahraga ringan secara teratur.

4. Mempelajari kesuksesan orang lain
Setiap pola pikir akan mempengaruhi caramu berpikir, kemudian juga berujung pada bagaimana kamu bertindak. Hanya dengan menerapkan pola pikir pengusaha sukses, persepsimu terhadap dunia akan berubah total. Setelah mengadopsi pola pikir pengusaha sukses, kamu akan menyadari bahwa terdapat sangat banyak peluang kesuksesan di sekitarmu. Bahkan kamu bisa melihat peluang yang tidak disadari sebelumnya.

Jadi, tak ada salahnya untuk mempelajari bagaimana pengusaha terkaya di Indonesia bisa sukses. Kemudian, cobalah mengevaluasi hal tersebut dengan diri sendiri. Jangan pernah takut untuk melihat dan belajar dari orang lain, yang sudah menjalani proses pembelajarannya dan berhasil mengenyam kesuksesan.

5. Berani mengambil risiko
Pengusaha terkaya di Indonesia tidak hanya berdiam diri dan menunggu uang datang begitu saja. Mereka tentu bekerja keras dan mengambil risiko demi mengembangkan kekayaannya.

Kesuksesan baru bisa diperoleh saat kamu menemukan cara agar kesuksesanmu bisa lipat gandakan. Dengan kata lain kamu melangkah ke depan, bukan hanya berjalan di tempat. Namun ingatlah bahwa mengambil risiko bukan berarti melangkah dengan buta, namun mengkalkulasikan risiko dan peluang yang ada untuk memajukan bisnis atau usahamu. Jadi, sudah siapkah mengambil risiko?

6. Menentukan target, mengujinya dan evaluasi target
Dalam meraih kesuksesan, tentu ada target yang harus ditentukan, dilaksanakan dan dievaluasi. Setelah menentukan tujuan, kini saatnya membuat rencana bisnis atau model bisnis lengkap dengan targetnya. Selanjutnya, lakukan uji kelayakan untuk mengetahui apakah bisnis tersebut bisa mendatangkan keuntungan atau tidak. Kamu juga dapat melakukan uji sampel untuk melihat reaksi dan memperoleh feedback dari usahamu. Dari sana, juga bisa memperbaiki aspek-aspek yang masih kurang dan memperbaiki peluang kessuksesanmu.

7. Mengumpulkan modal
Setiap usaha tentunya membutuhkan modal awal. Nah, kamu harus mulai mempersiapkan modal yang dibutuhkan setelah kamu mengurus legalitasnya.

8. Memilih lokasi bisnis
Sebuah bisnis yang sukses tidak terlepas dari lokasinya yang strategis.
Misalkan, kamu membuka sebuah kedai kopi di daerah industri atau di sebuah mall di pusat kota. Mudahnya aksesibilitas dan tingkat keramaian di kedua tempat tersebut berbeda, dan akan mempengaruhi kesuksesan bisnis yang akan kamu jalani nantinya.

9. Mencari SDM untuk membantu bisnis
Saat bisnismu sudah siap diluncurkan dan siap berjalan, kini saatnya kamu mencari staf atau sumber daya manusia. Kamu bisa membuka lowongan pekerjaan langsung (walk in), atau via media sosial dan surat kabar lokal. Jangan lupa untuk melanjutkan tahap perekrutan dengan interview yang mendalam sehingga kamu tahu betul orang seperti apa yang akan dipekerjakan.

10. Implementasi rencana bisnis
Begitu memulai bisnis, jangan lupa mengimplementasikan rencana bisnis yang sudah dibuat termasuk pemasarannya. Sebuah rencana akan menjadi sia-sia apabila tidak diikuti dengan implementasi. Kemudian, lakukanlah review dan evaluasi berkala untuk selalu memperbaiki dan meng-upgrade rencana bisnis secara berkesinambungan.

Nah, dengan melakukan tips menjadi pengusaha sukses tersebut tidak menutup kemungkinan kelak namamu akan masuk ke deretan pengusaha terkaya di Indonesia atau orang terkaya di Indonesia bukan?
Selamat mempersiapkan bisnismu!

Pesan ini dipersembahkan oleh Muslim Entrepreneur University

Posted on Leave a comment

Cara Mencari Peluang Bisnis Di Sekitar

Memulai sebuah bisnis tidak hanya membicarakan tentang modal dan keahlian saja. Karena kebanyakan pengusaha yang sukses, biasanya pintar membaca dan melihat peluang usaha. Ketika Anda jeli menemukan peluang usaha yang menjanjikan, maka usaha tersebut akan lebih mudah dikembangkan.

Namun jika Anda asal-asalan, bisa saja bisnis yang Anda pilih ternyata tidak mampu bersaing dengan jenis usaha lainnya. Pada akhirnya Anda hanya akan mengalami kegagalan.

Yang menjadi permasalahan, melihat atau menciptakan peluang usaha sendiri itu tidak gampang. Butuh pengalaman dan analisa kuat agar usaha yang Anda pilih suatu saat bisa berkembang dan memberikan omset yang besar. Berikut adalah beberapa cara melihat peluang usaha di sekitar :

1. Dari diri sendiri

Melihat peluang usaha dari diri sendiri tentu lebih mudah ketimbang Anda memikirkan hal-hal yang lain. Karena hanya diri sendiri yang mengerti tentang potensi yang Anda miliki.

Coba Anda ingat-ingat, mungkin Anda pernah punya keinginan untuk buka usaha laundry kiloan atau punya cita-cita pengen punya rumah makan. Membayangkan ingin membuka sebuah usaha tertentu pasti karena Anda mungkin merasa mampu untuk mencoba usaha tersebut.

Oleh sebab itu, terus gali potensi yang ada pada diri Anda. Siapa tahu ada salah satu usaha yang benar-benar ingin Anda jalankan. Karena terkadang dari potensi diri sendiri malah bisa memberikan sebuah peluang usaha baru yang menguntungkan.

2. Melihat potensi di sekitar tempat tinggal

Jika Anda tidak menemukan peluang usaha dari diri sendiri, coba Anda melihat potensi yang bisa dikembangkan disekitar Anda.

Agar lebih mudah, Anda bisa berkeliling di sekitar tempat tinggal Anda. Survei dan catatlah semua usaha yang sudah ada dan berapa banyak orang yang sudah menjalankan usaha tersebut.

Dari situ, Anda akan mengetahui usaha apa yang sekiranya banyak diminati dan yang kurang mendapat respon masyarakat sekitar.

Contohnya saja di dekat tempat tinggal Anda ada yang buka jasa laundry tapi Anda melihat usaha tersebut tidak terlalu banyak pelanggan. Coba Anda cari tahu kenapa usahanya tidak laku. Padahal saingannya satu dua orang saja

3. Mencoba bisnis yang sedang tren

Cobalah Anda mencari ide usaha kreatif dari internet. Misalnya melalui situs pencarian google atau media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter. Carilah jenis usaha yang sedang ngetrend entah itu usaha di bidang fashion, jasa atau kuliner.

Untuk usaha makanan, sekarang ini banyak pebisnis pemula yang sedang mengandrungi usaha waralaba.makanan dan minuman seperti kebab, burger, jagung manis, es capucinno, es cincau dan lain sebagainya.

Respon masyarakat pun cukup hangat. Terbukti para pengusaha franchise bisa mendapatkan omset yang cukup besar. Nah, Anda bisa tuh mencoba menciptakan peluang usaha baru dengan memodifikasi bisnis yang sedang ngetrend saat ini.

Anda juga bisa mencontoh usaha ayam geprek yang beberapa waktu lalu pernah booming. Sehingga banyak para pengusaha yang berbondong-bondong membuka warung makan ayam geprek.

Bisnis yang Anda bangun harus benar-benar berbeda dengan yang lain. Dengan begitu, konsumen akan lebih mudah mengenal dan mengingat usaha Anda.

4. Ide bisnis dari daerah lain

Ide usaha tidak hanya datang dari hal-hal yang ngetrend saja. Saat Anda jalan-jalan ke kota lain dan tanpa sengaja Anda melihat usaha yang cukup berkembang disana. Anda bisa tuh mencoba mencoba usaha tersebut di kota Anda.

Akan tetapi Anda harus memastikan bahwa usaha yang Anda bawa masih sedikit yang membukanya atau malah belum ada sama sekali. Karena konsumen cenderung menyukai hal-hal yang baru.

Dengan begitu, Anda akan menciptakan peluang usaha baru yang mungkin akan menarik perhatian konsumen. Sehingga Anda akan memperoleh keuntungan besar.

5. Memulai bisnis dari hobi

Daripada Anda hanya menghabiskan waktu untuk menyalurkan hobi tanpa mendapatkan apapun. Kenapa Anda tidak mencoba menciptakan peluang usaha baru dari hobi Anda.

Semisal Anda hobi bermain game playstation. Kenapa Anda tidak mencoba membuka rental playstation. Dari situ Anda tetap bisa menjalankan hobi Anda juga sekalian menghasilkan uang.

Atau Anda adalah seorang ibu rumah tangga yang hobi membuat aneka macam kue kering. Cobalah Anda merintis usaha kue kering dengan menawarkan kue Anda pada tetangga atau kenalan Anda. Siapa tahu ada yang tertarik dan memesan kue pada Anda saat datang hari raya.

6. Mencoba Usaha Baru dari Keahlian

Jika selama ini keahlian Anda digunakan untuk bekerja pada orang lain. Kenapa tidak Anda manfaatkan untuk memulai usaha sampingan dengan menciptakan peluang usaha sendiri dari keahlian Anda.

Misalnya saja Anda adalah seorang guru. Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan membuka bimbingan belajar dengan target siswa yang mau menghadapi ujian.

Atau Anda dulu sekolah di SMK jurusan tata busana. Tidak ada salahnya Anda mencoba buka jasa jahit rumahan dengan membeli peralatan jahit seadanya.

7. Mengajak Kerja Sama dengan Pengusaha lain

Anda bisa mengajak pengusaha lain untuk bekerja sama dengan Anda. Sebagai contoh saja, Anda mungkin ahli dalam bidang strategi pemasaran atau berpromosi. Coba Anda dekati developer perumahan didaerah Anda, daftarkan diri Anda sebagai agen property perumahan mereka. Jika Anda berhasil memasarkannya, tentu Anda akan mendapatkan komisi yang tidak sedikit.

Atau Anda suka dengan bidang fashion tapi tidak punya modal untuk berjualan baju. Kenapa Anda tidak mencoba jualan baju online dengan sistem dropship. Bisnis dropship saat ini sedang menjamur.

8. Menciptakan Sesuatu yang Baru

Dalam melihat peluang usaha yang memiliki potensi besar, sebaiknya Anda mencoba untuk mendapatkan ide bisnis yang benar-benar baru dan belum banyak dilakukan oleh pengusaha lain disekitar tempat tinggal Anda.

Kalaupun harus membuka usaha yang sama dengan yang lainnya, sebisa mungkin modifikasi usaha tersebut agar terlihat lain dari yang lain. Usaha Anda harus memiliki kelebihan yang bisa ditonjolkan.

Memang butuh pemikiran dan ide cemerlang untuk menciptakan usaha yang kreatif. Tapi jika usaha tersebut sukses, Anda juga yang akan menikmati hasilnya.

Pastikanlah jika bisnis bisnis yang dibutuhkan oleh orang-orang disekitar, tanpa anda harus mengeluarkan modal yang besar-besaran, cukup mulai dengan bisnis dengan modal yang tidak terlalu tinggi asalkan bisnis anda memberikan solusi bagi konsumen.

Pesan Ini dipersembahkan oleh Muslim Entrepreneur University

Posted on Leave a comment

Tips Cara Kerja Cerdas

“Tidak perlu kerja keras, cukup kerja cerdas.” Pernah dengar perkataan itu? Ya, bekerja keras memang perlu, tapi, alangkah baiknya kalau kerja keras itu ditambah pula dengan kerja cerdas. Pada praktiknya, bisa jadi kerja keras hasilnya tidak sebaik kerja cerdas, lho.

Selama ini kita mungkin berpikir lembur berarti lebih banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan. Rumus simpelnya, semakin banyak jam kerja, semakin banyak hal yang dituntaskan. Hmm, ternyata pemikiran ini salah besar! Riset yang diterbitkan oleh John Pencavel Stanford University di tahun 2016 membuktikan produktivitas pegawai menurun setelah mencapai 50 jam kerja dalam seminggu. Hasil akan semakin menurun bila dilakukan 55 jam kerja seminggu. Bahkan seseorang yang bekerja 70 jam kerj seminggu tidak menghasilkan hal yang signifikan dibanding yang bekerja 55 jam kerja.

Kerja cerdas berarti fokus kepada hal-hal yang benar-benar penting. Kita harus menelaah pekerjan sehari-hari, mengetahui mana yang menjadi prioritas dan yang harus didelegasikan kepada orang lain.

Kerja cerdas menurut definisi setiap orang berbeda-beda, menyesuaikan dengan kepribadiannya. Yang pasti, kerja cerdas berarti perlu ada “alat” dan strategi yang tepat untuk tugas yang tepat pula. Kalau kamu masih bingung, simak nih enam trik kerja cerdas dan efisien di bawah ini.

1. Fokus Pada Tujuan

Fokus pada apa yang ingin dicapai adalah cara agar kamu tidak mudah tergoda dengan hal-hal lainnya. Penting pula untuk berani mengatakan ‘tidak’ untuk pekerjaan yang dirasa bukan menjadi tanggung jawab kamu. Ingat, multitasking memang bagus, tetapi bukan berarti menjadi baik untuk selalu dilakukan.

2. Buat Prioritas

Seperti yang dinyatakan di awal, bekerja cerdas artinya mampu menempatkan prioritas. Buatlah skala prioritas dalam setiap pekerjaan kamu. Lakukan pekerjaan prioritas terlebih dahulu atau mendapat perhatian ekstra dibanding memikirkan hal-hal kecil yang tidak berpengaruh besar.

3. Buat to-do-list

Agar pekerjaan lebih tertata, kamu bisa membuat to-do-list harian, mingguan, atau bahkan bulanan. Ini bisa menjadi panduan bagi kamu untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai alur yang diharapkan. Jika sudah terbiasa, maka ritme kerja akan lebih baik dan bisa meminimalisasi waktu yang terbuang untuk kerja yang tidak perlu.

4. Tetap Fleksibel

Membuat prioritas dan to-do-list tidak semata-mata untuk membuat kamu begitu terpaku pada apa yang sudah kamu rencanakan. Ingat, waktu berubah, lingkungan dan kondisi pun bersifat dinamis. Artinya, ada kemungkinan bahwa prioritas menjadi ikut berubah. Maka penting pula untuk bisa fleksibel ketika memang hal tersebut dibutuhkan.

5. Persiapan yang Matang

Ketika suatu hal sudah disiapkan dengan matang, maka dalam proses pengerjaannya akan semakin mudah dan cepat pula. Itulah yang diharapkan dari kerja cerdas. Persiapan yang matang juga membantu untuk menghindari kemubaziran seperti mengulang atau ketidakoptimalan seperti hasil kerja yang ala kadarnya. Selain itu, persiapan juga akan membuat rasa percaya diri lebih tinggi karena tubuh dan pikiran sudah siap dengan apa yang ia lakukan. Bahkan hal-hal tak terduga juga sudah siap diantisipasi.

6. Ketahui Waktu Produktif kamu

Tiap orang memiliki waktu produktifnya sendiri. Ada yang merasa lebih bersemangat bekerja saat pagi buta, ada pula yang lebih bersemangat ketika bekerja menjelang malam. Untuk itulah agar kerja cerdas tercapai, kamu harus mengenali diri kamu sendiri. Mengerjakan pekerjaan ketika waktu produktif akan menghemat banyak waktu karena 4 jam bekerja saat produktif bisa menjadi lebih maksimal hasilnya dibanding memaksakan bekerja 8 jam sepanjang hari.

7. Menerapkan Teknik 80 untuk 20

Bekerja Cerdas artinya menggunakan usaha seminimal mungkin untuk membuat hasil kerja semaksimal mungkin. Ada teknik yang cukup terkenal yaitu 80 untuk 20. Teknik ini mengajarkan kita agar menggunakan 80 persen energi untuk fokus menyelesaikan 20 persen pekerjaan yang paling berat. Ini akan membuat tugas lain yang lebih ringan akan lebih mudah diselesaikan.

8. Istirahat yang Cukup

Hal terpenting agar kerja cerdas tercapai adalah beristirahat dengan teratur dan cukup. Pastikan otak, tubuh, dan jiwa bisa melepaskan ketegangan kerja sehingga lebih prima menghadapi pekerjaan selanjutnya. Perlu diperhatikan pula bahwa cukup artinya sesuai kadarnya. Istirahat yang lama bukan berarti kamu menyimpan energi lebih banyak pula untuk bekerja. Karena nyatanya seseorang yang terlalu banyak istirahat justru akan merasa lebih malas untuk memulai pekerjaan.

9. Mendelegasikan Kepada Orang Yang Lebih Pintar Dari Kita

Terkadang, mendelegasikan tugas atau pekerjaan juga perlu lho, sebagai bagian dari kerja cerdas kita. Dibanding melahap semua pekerjaan sendirian, kita bisa mendelegasikan tugas tersebut ke orang-orang terkait, yang bisa kita percayai. Dengan begitu, kita bisa memanfaatkan waktu dengan lebih efektif dan efisien, serta bisa kerja cerdas pula.

Seperti yang sudah dijelaskan di awal artikel, cara kerja cerdas berbeda-beda, tergantung setiap orang yang menerapkannya. Kerja cerdas berarti menyesuaikan pribadimu, caramu, dan pekerjaan yang kamu miliki. Tujuannya, tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga, tapi kamu lebih produktif dan pekerjaanmu selesai dengan lebih baik. Kamu sudah terapkan kerja cerdas?

Pesan Ini dipersembahkan oleh Muslim Entrepreneur University

Posted on Leave a comment

Tak Perlu Banyak Produk Agar Sukses, Cukup Beberapa Asalkan Itu Winning Produk

Tak Perlu Banyak Produk Agar Sukses, Cukup Beberapa Asalkan Itu Winning Produk

Saat awal ingin berjualan kita pasti bingung menentukan produk apa yang ingin di jual. Jika kita hanya asal jualan produk yang ada tanpa paham mengenai kebutuhan pasar maka akan sia-sia dan menghabiskan waktu. Untuk itu di awal kita harus memilih produk yang berpotensi untuk mudah terjual dan menghasilkan profit. Hal tersebut sering jadi istilah yang namanya winning product.

Berikut contoh yang mudah untuk di pahami yaitu Toyota, apa anda pernah berpikiran bahwa produk dari brand toyota yang di lauching itu laris semua ? Pastinya tidak.. padahal kita tau produk dari toyota ini banyak variannya, tapi yang laku keras hanya beberapa, tapi kali ini saya contohkan 1 varian saja karena yang paling fenomenal dan jelas banget.

Iyah, toyota ada produk yang memang menjadi andalan dan terbukti memberikan efek besar kepada perusahaan mereka terutama dari omzet maupun profit penjualan mobil dari merek toyota ini, apa lagi kalau bukan toyota avanza.

Itu dia konteks dari pada winning produk, Avanza adalah salah satu dari jutaan studi kasus dari berbagai macam produk dan merek yang itu adalah sebuah winning produk.

Salah satu dampak yang bisa kita temukan dengan jelas pada winning produk adalah “LARIS” Iya laris adalah indikator utama dari sebuah winning produk, tentu harus di dukung dengan pemasaran yang baik juga yah.

Terus Bagiamana cara menemukan winning produk atau produk unggulan untuk kita pasarkan

1.Tentukan Bidang

Dengan anda menguasai 1 bidang tertentu lalu memfokuskan, maka akan menjadikan anda handal lalu akan memudahkan langkah – langkah anda kedepan, meskipun pada awalnya akan memerlukan banyak waktu atau effort yang di luar kewajaran untuk menemukan moment juara anda.

2. Memetakan Masalah

Selanjutnya adalahi mengecilkan skala, contoh misalnya industri kecantikan :

Cara mengecilkan skala adalah dengan problem mapping, yaitu mengidentifikasi masalah yang akan di selesaikan secara komprehensif.

Dan kecantikan ini sangat luas kalau kita memetakan bagian kepala saja sudah akan menemukan banyak masalah atau harapan target market yang bisa di selesaikan.Karena terlalu luas, maka diperlukan langkah lagi untuk memperkecil nya, agar semakin spesifik, semakin spesifik semakin anda mudah dan semakin besar kemungkinan untuk tepat sasaran kepada target market ini.

Maka disini anda bisa memilih untuk menyelesaikan bagian hidung saja contoh nya, banyak orang hidung nya pingin mancung maka anda main di sektor ini.

Atau Rambut, banyak orang yang rambutnya kepengin lurus tapi gak kelihatan itu di rebonding dan sejenis nya, mereka pengin rambutnya lurus tapi kelihatan alami.

3. Menggali data peminat

Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan market size atau sebrapa besar potensial market yang dapat kita terjang, karena kalau semakin besar dan semakin sepesifik maka produk yang akan kita pasarkan ini lebih cenderung bisa untuk di scaleup.

Darimana mendapatkan data tersebut? Data bisa anda dapatkan dengan menggunakan tools ( alat ) contoh dengan pencarian keywoard di youtube, pencarian keywoard di marketplace, di google keywoard tools dll.

4. Tren Produk

Untuk tau produk yang sedang trend anda bisa mengamati iklan dan barang apa yang sering di perbincangkan di sosial media. Atau cara termudah anda bisa memakai google trend dengan memasukan kata kuci produk yang ingin di riset.

5. Low competitor

Cari produk yang memilki kompetisi rendah , pasti bingung di jaman sekarang semua produk sudah ada di jual di internet dan pasti ada kompetitornya. Untuk itu kita jual produk dengan brand atau jual di database customer yang sudah kita miliki. Atau ciptakan produk yang unik , misalkan produk anda banyak kompetitornya berikan inovasi agar berbeda dengan produk yang lain.

Dari semua yang telah di bahas dan inilah yang juga faktor yang juga paling menentukan, dan ini juga alasan marketer yang memiliki jam terbang tinggi juga gagal dalam launcing produk, atau kurang memuaskan. Faktornya adalah momentum, dimana kalau kita sudah maksimal dalam melaksanankan sesuai kaidah – kaidah marketing dari tahap awal sampai akhir.

Kalau momentum nya kurang pas, ya pasti tetap produk kemungkinan tidak akan winning nya cukup besar, jadi bagaimana kita menemukan momentum yang pas ?

Secara teori itu bisa di baca dengan peristiwa – peristiwa yang muncul, bisa jauh – jauh hari kita mendeteksinya, waktu yang sedikit mepet, atau kalau peristiwa itu sudah berjalan.

Contohnya, ini contoh yah biar gampang yaitu momentum puasa ramadhan, musim pernikahan, hujan, atau musim panas atau yang lainnya, karena masih banyak momentum – momentum lain di luar momentum rutinan tersebut. Sudahkah produkmu jadi winning produk?

Pesan Ini dipersembahkan oleh Muslim Entrepreneur University

Posted on Leave a comment

Tips Untuk Menjaga Hubungan Baik Anda dengan Para Reseller

Dalam berbisnis online, mempunyai Reseller adalah hal yang baik untuk mengembangkan bisnis Anda.
Dengan adanya reseller produk Anda akan semakin cepat laku karena semakin banyak orang yang berusaha menjualkan produk Anda.
Namun, jangan sampai Anda kehilangan para reseller Anda karena perlakuan Anda yang tidak benar pada reseller Anda.

Berikut ini Muslim Entrepreneur University akan membagikan sedikit tips untuk menjaga hubungan baik Anda dengan para reseller Anda

1. Buat Grup Chat Khusus Reseller Anda

Yang pertama, buatlah grup chat khusus untuk para reseller Anda. Hal ini dimaksudkan agar komunikasi antara Anda dan reseller Anda berjalan lancar dan para reseller Anda dapat saling mengenal dan saling membantu satu sama lain.
Dengan adanya grup chat seperti ini akan timbul rasa kekeluargaan dari para reseller Anda.

2. Beri Motivasi Kepada Reseller Anda

Dalam berbisnis, semua orang pasti akan membutuhkan motivasi. Oleh karena itu, Anda harus pandai memberi motivasi pada reseller Anda agar dapat menjual produk Anda sebanyak-banyaknya. Jika para reseller sudah termotivasi, tentu Anda akan lebih mudah mendapatkan keuntungan dari produk Anda.

3. Apresiasi Hasil Kerja Reseller Anda

Jika reseller Anda berhasil menjual produk Anda, baik dalam jumlah yang banyak maupun sedikit, berikanlah apresiasi atas hasil kerjanya. Berikanlah pujian di grup chat atau apresiasi dengan cara lain. Timbulkanlah rasa bangga dari diri reseller saat mereka berhasil melakukan penjualan. Dengan begitu, reseller akan berusaha untuk menjual produk Anda lebih banyak lagi.

4. Buat Lomba untuk Reseller Anda

Buatlah lomba untuk memotivasi para reseller agar semakin semangat dalam berjualan. Berikanlah hadiah kepada reseller yang berhasil mencapai target atau kepada reseller yang berhasil memenangkan lomba. Teruslah buat hati para reseller Anda senang karena reseller Anda adalah orang yang ikut membantu perkembangan bisnis Anda.

5. Berikan Bonus Kepada Reseller Anda

Berikanlah kejutan bonus pada reseller yang telah lama menjadi reseller Anda, atau bisa juga memberikan bonus pada reseller yang mendapatkan rating penjualan tertinggi.
Berikanlah bonus ini secara random agar reseller termotivasi dan menduga-duga apakah selanjutnya mereka akan mendapatkan bonus atau tidak.
Bonus tidak harus berupa uang, bisa juga berupa produk. Bonus sekecil apapun akan membuat hati para reseller senang karena merasa di apresiasi hasil kerjanya oleh Anda.

Demikian tadi sedikit tips dari MEU untuk menjaga hubungan baik Anda dengan Tim Reseller Anda.
Dengan tips tersebut, diharapkan Tim Reseller Anda semakin loyal sehingga penjualan Anda semakin meningkat.

Nah, jika Anda belum memiliki Tim Reseller. Bisa Anda pelajari dalam buku Pasukan Penjualan yang bisa Anda order disini : https://yukbisnissampingan.co.id/EcourseMentoringMembangunTimReseller

Pesan ini dipersembahkan oleh Muslim Entrepreneur University

Posted on Leave a comment

3 Cara Ampuh Mengubah Konsumen Loyal Menjadi Reseller

Anda pebisnis online?
Online shop Anda sedang kebanjiran orderan?
Apakah Anda kerap bertemu dengan konsumen yang terus melakukan order berulang-ulang?

Sebaiknya Anda mulai mendekati konsumen potensial seperti itu. Kenapa? Karena pasti dia memiliki testimoni yang bagus untuk produk Anda. Cara dia melakukan pemesanan sampai berulang-ulang, sudah menunjukkan bahwa dia merasa puas dengan kinerja online shop maupun produk Anda. Ini merupakan potensi yang sangat bagus untuk membangun jaringan reseller dari konsumen loyal seperti dia.

Bagi konsumen yang telah merasakan khasiat atas suatu produk maupun online shop, dia akan dengan senang hati untuk memperkenalkan produk kepada orang-orang terdekat. Dia mempunyai bukti nyata, yaitu dirinya, yang dapat menjadi ajang promosi untuk menarik konsumen-konsumen baru untuk Anda. Di sinilah muncul promosi dari mulut-ke-mulut berasal.

Seseorang yang memiliki pengalaman nyata pada diri sendiri, akan mengetahui secara detail dan logis proses setiap khasiat produk yang digunakan. Ini menjadi keuntungan besar, karena walaupun dia belum pernah melakukan proses penjualan, dengan hanya bercerita tentang hal baik apa yang dia dapat dari produk Anda, ini sudah menjadi promosi gratis buat Anda. Menjaring konsumen untuk menjadi reseller, hanya butuh perhatian dan bimbingan Anda agar dia siap untuk ikut memasarkan produk Anda.

Bagaimana cara menjaring reseller dari konsumen loyal begini?

Ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan dalam mempersiapkan konsumen untuk menjadi reseller Anda. Karena mereka akan siap dengan hati untuk untuk memasarkan produk Anda tanpa ada rasa terbebani menjadi seorang penjual.
Berikut ini 3 cara ampuh mengubah konsumen loyal menjadi reseller.

Cek ulasan di bawah ini 👇🏼👇🏼

1. Lakukan pendekatan personal

Mulailah lakukan obrolan biasa dengan konsumen loyal Anda. Seperti menanyakan kabarnya dan mengajak mengobrol layaknya seorang teman. Jangan terlalu cepat untuk memintanya menjadi reseller. Tanyakan kesan-kesannya selama dia menggunakan produk Anda.

“Tahap pertama sebelum mengajak konsumen Anda menjadi reseller adalah melakukan pendekatan dan berbincang layaknya teman.”

Ketika Anda bertanya tentang kesan-kesan konsumen, jangan langsung melakukan screen shoot atas hasil obrolan Anda. Ingat! Ini hanya obrolan. Jangan menggiring dia untuk merasa bahwa Anda sedang melakukan penipuan “hubungan” dengannya, untuk mengambilan keuntungan sendiri. Berikan waktu, jalin kedekatan yang akrab. Setelah Anda rasa konsumen siap untuk melakukan testimoni, mintalah secara terus terang padanya.

2. Meminta memperkenalkan produk

Setelah hubungan Anda terjalin baik, mulailah untuk bertanya apakah ada dari saudara atau kenalannya juga memakai produk yang sama? Atau adakah dia memberikan saran kepada orang terdekatnya untuk menggunakan produk Anda yang dia pakai? Tanda konsumen merasa dekat dengan produk Anda, dia akan dengan mudah bercerita.

“Jika sudah akrab seperti teman, Anda tidak akan merasa sungkan bila meminta bantuan agar konsumen mau mengenalkan produk pada orang-orang di sekitarnya.”

Jika jawabannya positif, yakni dia memperkenal dan menyarankan produk Anda pada orang yang dia kenal, maka Anda bisa masuk ke tahap selanjutnya. Namun jika jawaban konsumen Anda negatif, dia tidak melakukan hal yang Anda pertanyakan, mintalah dia memperkenalkan produk Anda namun jangan membuat dia merasa tertekan untuk melakukannya. Biarkan dia melakukan dengan cara dia sendiri.

3. Diarahkan menjadi reseller aktif

Setelah dia rela dengan suka hati memperkenalkan produk Anda pada teman-temannya, dan membantu temannya untuk melakukan order kepada Anda, berikanlah dia fee dari hasil penjualan. Fee di sini bisa berupa uang ataupun gratis pembelian. Ini akan sangat menambah keloyalan dia kepada Anda.

“Tujuan utama mengarahkan konsumen menjadi reseller akan semakin mudah jika dia senang hati membagikan manfaat dan cerita tentang produk dari online shop Anda.”

 

Saatnya Anda mengambil langkah utama dari proses ini. Jika konsumen Anda sudah begitu loyalnya, memakai dan memperkenalkan produk, serta merasa bahagia dengan fee yang dia terima, minta dia dengan halus untuk menjadi reseller Anda. Tunjukan padanya keuntungan, bonus, dan sederet penghasilan yang bisa dia terima jika bergabung sebagai tim pemasaran Anda.

Demikian 3 cara ampuh mengubah konsumen loyal menjadi reseller.
Yang perlu Anda ingat, konsumen loyal yang juga sebagai pemakai, akan menjadi fondasi kokoh bagi bisnis Anda agar dapat berkembang.

Mereka bukan hanya ingin mencari keuntungan tapi juga ingin menyebarkan manfaat kebaikan yang dia terima dari suatu produk.

Sudah ikut Ecourse Mentoring Membangun Tim Reseller ??

Cek info di : https://yukbisnissampingan.co.id/EcourseMentoringMembangunTimReseller

Pesan ini dipersembahkan oleh Muslim Entrepreneur University

Posted on Leave a comment

STRATEGI FACEBOOK MARKETING DENGAN AKUN PRIBADI INI RAHASIANYA

STRATEGI FACEBOOK MARKETING DENGAN AKUN PRIBADI INI RAHASIANYA

Setujukah anda jika dalam berbisnis anda tidak boleh hanya sekedar menjual? Tapi lebih dari itu anda bisa membuat bisnis menjadi bertahan lama dan banyak pelanggan, mau?.

Bisnis yang baik yaitu bisnis yang bisa menghasilkan pelanggan loyal,
bukan hanya pelanggan yang sekali membeli kemudian pergi tak kembali dan lupa dengan anda.

Tapi jika anda hanya ingin berniat jualan saja, yang tidak ingin diharapkan kembali oleh si pembeli, maka ya sudah jadilah sebagai “penjual lepas sembunyi muka”

Maka wajar saja anda dan toko online anda dilupakan setelahnya. Bisa jadi pengalaman membeli produk dari anda merupakan pengalaman buruk bagi si pembeli.

Gak mau kan di posisikan seperti itu?

Masih banyak pelaku bisnis online yang belum bisa memberikan kesan sama sekali kepada para pembeli tentang siap diri mereka dan toko online mereka.

Kesalahannya terletak pada cara pendekatan yang biasa-biasa saja antara penjual dan pembeli, tanpa melakukan langkah pendekatan personal dengan para pembeli sebelum dan setelahnya.

Beda kasus jika anda melakukan pelayanan secara personal kepada para pembeli. Anda bersikap benar-benar perduli terhadap mereka, anda melayani mereka dengan baik dan sangat bersahabat, anda memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang mereka hadapi.

Maka yang terjadi adalah pembeli produk di toko online anda akan berubah menjadi pelanggan setia toko online anda. Yang kemudian akan terus kembali lagi dan lagi untuk membeli produk-produk dari anda.

Pertanyaannya: “bagaimana caranya agar seperti itu?”

Dan rahasianya adalah…

BANGUNLAH PERSONAL BRANDING

Cara ini biasa disebut sebagai Personal Branding. Agar pembeli toko online anda menjadi pelanggan loyal, jadikan diri anda sendiri sebagai Brand untuk produk/ toko online anda.

Personal Branding? Apaan tuh?

Saya kasih Contohnya..

Ada seorang binaragawan, ia hobinya adalah fitness, kegiatan sehari-harinya adalah pergi ke Gym. Sambil terus berusaha untuk menjaga bentuk tubuhnya yang ideal, ternyata ia juga punya bisnis toko online jualan Suplemen Otot di internet.

Ia tidak sekedar menunggu pembeli datang sendiri ke toko onlinenya, namun ia menggunakan akun Facebook Pribadinya untuk mendatangkan calon pembeli ke toko onlinenya.

Kemudian ia rajin sharing tentang dunia Body Building di Facebook miliknya, dan membagikan tips-tips bermanfaat untuk membangun otot.
Artikel tentang kesalahan dalam membangun otot dsb..

Banyak interaksi yang terjadi dari teman Facebooknya karena merasa terbantu dengan sharing yang ia lakukan, dan ia pun peduli dengan permasalahan mereka. Sehingga mereka mulai percaya dengan apa yang dikatakan olehnya.

Disana mulailah terbangun kedekatan antara ia dengan teman Facebooknya yang masih sama-sama hobi Body Building.

Ketika pada akhirnya teman-teman Facebooknya kepo, dan tau bahwa ia punya sebuah toko online yang menjual suplemen-suplemen untuk otot, maka anda bisa membayangkan, bagaimana reaksi teman-teman facebooknya ketika ditawarin untuk membeli produk darinya.

Yup, sesuai tebakan anda, mereka akan berbondong-bondong untuk membeli Suplemen darinya karena mereka sudah percaya padanya. Kredibilitas sudah terbangun dari dirinya sendiri sebagai seorang binaragawan.

Alasan utamanya, karena apa yang ia jual sesuai dengan apa yang ia sukai. Ia adalah seorang binaragawan yang sudah mengerti seluk beluk dalam membangun tubuh yang atletis.

Itulah yang dinamakan dengan Personal Branding, sebuah proses untuk mendapatkan kepercayaan calon pembeli melalui dirinya.

Dengan melakukan Personal Branding ditambah dengan kedekatan dengan calon pembeli, itu bisa membuat bisnis anda selalu diingat dan sulit dilupakan oleh pembeli. Personal Branding juga berfungsi sebagai strategi untuk mempercepat pertumbuhan bisnis yang dijalankan.

Bagaimana Jika Saya Bukan Binaragawan Tapi Ingin Jualan Suplemen

Jika anda bukanlah seorang binaragawan, hanya penjual, bisa kok dibangun Personal Brandingnya.

Anda tinggal menyesuaikan dengan target market anda. Kenali mereka, apa kebutuhannya dan buat akun Facebook baru. Buat nama akun Facebook anda dengan menambahkan nama belakang yang sama dengan nama bisnis anda.

Misalnya, Joko Suplemen X.

Atau buat akun Facebook baru yang akan dipakai sebagai karakter bisnis anda, misalnya “Gatot Bodykece”.

Akun Mas Gatot ini nantinya akan sharing-sharing artikel seputar binaragawan, tips menggunakan alat di Gym dan lain-lain. Yang ujung-ujungnya audience akan digiring untuk mengunjungi toko online anda.

Jalin terus hubungan baik dengan teman-teman di facebook Mas Gatot tersebut. Oh iya, mumpung akun mas Gatot masih baru, carilah teman yang sama-sama suka dengan dunia Binaragawan. Agar nantinya punya target yang jelas dan sesuai dengan produk yang dijual.

Nah sampai disini udah masuk akal kan?

Personal Branding akan menjadi kekuatan tersendiri bagi kesuksesan sebuah Bisnis. Membangun Personal Branding di Facebook merupakan cara termudah yang Gratis untuk mengenalkan bisnis anda ke target market.

Bisnis anda akan cepat naik dan laris gak karuan.
Bukan sekedar laris, namun akan menjadi pelanggan setia yang bersedia kembali lagi dan lagi untuk membeli.

Mau banget kan seperti itu? Iya dong mau..

Sekarang silahkan renungkan dan bilang: “Ya Saya Siap Membangun Personal Branding!!”.

 

Pesan Ini dipersembahkan oleh Muslim Entrepreneur University